Senin, 14 November 2011

SDLC



Pengembangan sistem siklus hidup (SDLC), atau siklus hidup pengembangan perangkat lunak dalam sistem rekayasa , sistem informasi dan rekayasa perangkat lunak , adalah proses menciptakan atau mengubah sistem informasi, dan model dan metodologi yang digunakan orang untuk mengembangkan sistem ini.
Dalam rekayasa perangkat lunak konsep SDLC mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan perangkat lunak . Metodologi ini membentuk kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian penciptaan sistem informasi [1] : dalam proses pengembangan perangkat lunak .Pengembangan Sistem Siklus Hidup kerangka memberikan urutan kegiatan untuk desainer sistem dan pengembang untuk mengikuti. Ini terdiri dari serangkaian langkah atau fase di mana setiap fase dari SDLC menggunakan hasil sebelumnya.
Sebuah Pengembangan Sistem Life Cycle (SDLC) mematuhi tahapan penting yang penting bagi para pengembang, seperti perencanaan , analisis , desain , dan implementasi , dan dijelaskan dalam bagian di bawah ini. Sejumlah siklus hidup pengembangan sistem (SDLC) model telah diciptakan: air terjun, air mancur, spiral, membangun dan memperbaiki, prototyping cepat, incremental, dan sinkronisasi dan menstabilkan. Tertua dari ini, dan yang paling terkenal, adalah model air terjun : urutan tahap di mana output dari setiap tahap menjadi masukan untuk selanjutnya. Tahapan-tahapan ini dapat dicirikan dan dibagi dalam berbagai cara, termasuk yang berikut [6] :
  • Perencanaan proyek, studi kelayakan: Menetapkan tampilan tingkat tinggi dari proyek dimaksud dan menentukan tujuannya.
  • Analisis sistem, persyaratan definisi: Mendefinisikan tujuan proyek menjadi fungsi didefinisikan dan operasi dari aplikasi dimaksud. Menganalisa kebutuhan pengguna akhir informasi.
  • Sistem desain: Menggambarkan fitur yang diinginkan dan operasi secara rinci, termasuk layar layout, aturan bisnis, diagram proses, pseudocode, dan dokumentasi lainnya.
  • Pelaksanaan: Kode yang sebenarnya ditulis di sini.
  • Integrasi dan pengujian: Membawa semua potongan ke dalam lingkungan pengujian khusus, kemudian memeriksa untuk kesalahan, bug dan interoperabilitas.
  • Penerimaan, instalasi, penyebaran: Tahap akhir pengembangan awal, di mana perangkat lunak yang dimasukkan ke dalam produksi dan menjalankan bisnis yang sebenarnya.
  • Pemeliharaan: Apa yang terjadi selama sisa hidup perangkat lunak: perubahan, koreksi, penambahan, pindah ke platform komputasi yang berbeda dan lebih. Langkah ini, yang paling glamor dan mungkin yang paling penting dari semua, tampaknya berlangsung selamanya.
Pada contoh berikut (lihat gambar) ini tahap siklus hidup pengembangan sistem dibagi dalam sepuluh langkah dari definisi untuk penciptaan dan modifikasi dari kerja IT produk.
Manajemen dan kontrol
Fase SDLC berfungsi sebagai panduan program untuk kegiatan proyek dan menyediakan cara yang fleksibel tetapi konsisten untuk melakukan proyek ke kedalaman yang cocok dengan lingkup proyek. Masing-masing fase SDLC tujuan dijelaskan di bagian ini dengan kiriman kunci, deskripsi tugas yang direkomendasikan, dan ringkasan tujuan pengendalian terkait untuk manajemen yang efektif. Hal ini penting bagi manajer proyek untuk membangun dan memantau tujuan kontrol selama setiap fase SDLC ketika menjalankan proyek. Tujuan pengendalian membantu memberikan pernyataan yang jelas dari hasil yang diinginkan atau tujuan dan harus digunakan di seluruh proses SDLC keseluruhan. Tujuan pengendalian dapat dikelompokkan menjadi kategori utama (domain), dan berhubungan dengan fase-fase SDLC seperti yang ditunjukkan pada gambar.
Untuk mengelola dan mengendalikan setiap inisiatif SDLC, setiap proyek akan diminta untuk membentuk beberapa derajat dari Breakdown Struktur Kerja (WBS) untuk menangkap dan jadwal pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. WBS dan semua materi program harus disimpan di bagian "proyek deskripsi" dari notebook proyek. Format WBS adalah sebagian besar diserahkan kepada manajer proyek untuk membangun dengan cara yang paling tepat menggambarkan pekerjaan proyek. Ada beberapa area kunci yang harus didefinisikan dalam WBS sebagai bagian dari kebijakan SDLC. Diagram berikut ini menjelaskan tiga bidang utama yang akan dibahas dalam WBS dengan cara yang ditetapkan oleh manajer proyek. 
Kerja rincian organisasi terstruktur
Bagian atas dari struktur rincian kerja (WBS) harus mengidentifikasi tahapan dan tonggak utama dari proyek dalam mode ringkasan. Selain itu, bagian atas harus memberikan gambaran tentang ruang lingkup penuh dan jadwal waktu proyek dan akan menjadi bagian dari upaya awal proyek deskripsi yang mengarah ke persetujuan proyek. Bagian tengah WBS didasarkan pada tujuh siklus hidup pengembangan sistem (SDLC) tahapan sebagai panduan untuk pengembangan tugas WBS. Unsur-unsur WBS harus terdiri dari tonggak dan "tugas" sebagai lawan dari "kegiatan" dan memiliki jangka waktu yang pasti (biasanya dua minggu atau lebih). Setiap tugas harus memiliki output yang terukur (mantan dokumen, keputusan, atau analisis). Sebuah tugas WBS dapat mengandalkan pada satu atau lebih kegiatan (misalnya rekayasa perangkat lunak , rekayasa sistem ) dan mungkin memerlukan koordinasi erat dengan tugas-tugas lain, baik internal maupun eksternal untuk proyek tersebut. Setiap bagian dari proyek yang memerlukan dukungan dari kontraktor harus memiliki pernyataan kerja(SOW) ditulis untuk mencakup tugas-tugas yang sesuai dari fase SDLC. Pengembangan SOW tidak terjadi selama fase tertentu SDLC tetapi dikembangkan untuk menyertakan kerja dari proses SDLC yang dapat dilakukan oleh sumber daya eksternal seperti kontraktor dan struct. [8]
baseline dalam SDLC
Baseline merupakan bagian penting dari siklus hidup pengembangan sistem (SDLC). Baseline ini ditetapkan setelah empat dari lima tahapan dari SDLC dan sangat penting untuk sifat iteratif dari model. [9] Setiap awal dianggap sebagai tonggak dalam SDLC.
  • dasar fungsional: didirikan setelah tahap desain konseptual.
  • dasar dialokasikan: didirikan setelah tahap desain awal.
  • dasar produk: didirikan setelah detail desain dan tahap pengembangan.
  • dasar produk diperbarui: didirikan setelah tahap konstruksi produksi.

Melengkapi SDLC
Pelengkap metode pengembangan perangkat lunak dengan siklus hidup pengembangan sistem (SDLC) adalah:

Kekuatan dan kelemahan
Hanya sedikit orang di dunia komputasi modern akan menggunakan ketat model air terjun untuk hidup pengembangan sistem siklus mereka (SDLC) sebagai metodologi modern telah digantikan pemikiran ini. Beberapa akan berpendapat bahwa SDLC tidak lagi berlaku untuk model seperti komputasi Agile, tetapi masih istilah yang secara luas digunakan di kalangan teknologi. Praktek SDLC memiliki keunggulan dalam model pengembangan perangkat lunak tradisional, yang cocok untuk lingkungan yang lebih terstruktur. Kelemahan menggunakan metodologi SDLC adalah ketika ada kebutuhan untuk pengembangan iteratif atau (yakni pengembangan web atau e-commerce) dimana stakeholders harus meninjau secara rutin perangkat lunak yang dirancang. Alih-alih melihat SDLC dari perspektif kekuatan atau kelemahan, itu jauh lebih penting untuk mengambil praktek-praktek terbaik dari model SDLC dan menerapkannya ke apapun mungkin paling sesuai untuk perangkat lunak yang dirancang.
Suatu perbandingan kekuatan dan kelemahan dari SDLC:
Kekuatan dan Kelemahan dari SDLC 
Kekuatan
Kelemahan
Kontrol.
Peningkatan waktu pengembangan.
Memantau proyek-proyek besar.
Peningkatan biaya pembangunan.
Langkah-langkah rinci.
Sistem harus didefinisikan di depan.
Mengevaluasi biaya dan target penyelesaian.
Kekakuan.
Dokumentasi.
Sulit untuk memperkirakan biaya, overruns proyek.
Didefinisikan dengan baik input pengguna.
Input pengguna kadang-kadang terbatas.
Kemudahan pemeliharaan.

Pengembangan dan desain standar.

Mentolerir perubahan staf MIS.

Sebuah alternatif untuk SDLC adalah pengembangan aplikasi yang cepat , yang menggabungkan prototyping, pengembangan aplikasi bersama dan pelaksanaan CASE tools.Keuntungan dari RAD adalah kecepatan, biaya pembangunan dikurangi, dan keterlibatan pengguna aktif dalam proses pembangunan.

Minggu, 13 November 2011

Merawat Ponsel Basah


Musim hujan tiba. Terkadang kita tetap harus melakukan komunikasi dengan ponsel meski di bawah guyuran hujan atau gerimis. Bisa saja kita sudah berada di tempat yang aman, tapi tiba-tiba ponsel “melompat” jatuh dari saku atau tas ke kubangan air atau wastafel. Lebih parah lagi, ponsel kita  menyelam dalam lumpur. Wah, bagaimana nih mengatasinya?

Jika musibah seperti itu terjadi, jangan panik. Yang patut diingat, jangan mencoba menghidupkan ponsel (jika langsung mati setelah terkena air atau lumpur). Berikut beberapa tips untuk mengatasi hal tersebut.

Bersihkan
Ponsel Anda terjatuh ke dalam lumpur? Mungkin menambahkannya dengan guyuran air lagi terasa mengerikan, namun kepalang basah, memang hal itulah yang harus Anda lakukan.

Pegang ponsel Anda secara vertikal agar air mudah mengalir, tutup bagian lubang pada ponsel seperti jack audio, port USB, speaker dan mikrofon sebisanya dengan jari, lalu guyur dengan air hingga bersih. Jangan tambahkan sabun meski tercium bau tak sedap. Hal itu bisa dilakukan nanti setelah kering.

Keringkan
Semakin cepat Anda mengeringkan ponsel yang basah tersebut, akan semakin baik. Pertama, jangan hidupkan ponsel atau menekan tombol apapun ketika ponsel dalam kondisi basah.

Buka casing ponsel lalu lepas baterai. Lap ponsel dengan handuk atau kain dengan serat halus (microfiber). Tisu pun boleh asalkan jangan sampai hancur dan meninggalkan kotoran di bodi ponsel.

Jika sudah nampak kering, perlu diingat mungkin ada partikel air yang masuk ke dalam komponen elektronik ponsel. Cara paling cepat adalah dengan membuka bodinya. Namun tidak semua orang bisa atau berani melakukannya.

Ada dua cara lain. Yang pertama, ketuk-ketukkan ponsel dengan hati-hati ke telapak tangan Anda sampai airnya keluar. Lakukan hingga benar-benar tak ada bintik-bintik air yang nampak  terhadap semua lubang yang ada, dan ulangi bila perlu. Yang kedua, gunakan hair dryer atau pengering rambut dari berbagai sudut.

Serahkan ke Ahlinya
Jika langkah-langkah di atas gagal untuk menghidupkan kembali ponsel Anda, maka satu-satunya cara adalah membawanya ke pusat layanan. Mengingat ini termasuk kesalahan pengguna, pihak vendor biasanya tidak menanggung biaya perbaikan dan penggantian komponen. Artinya, Anda harus membayar walaupun ponsel masih dalam masa garansi.

Cara yang terbaik untuk menghindar dari masalah ini adalah dengan menggunakan headset sehingga ponsel Anda dapat tersimpan dengan aman di tas atau saku.
http://id.spesial.yahoo.com/blogs/digitallife/merawat-ponsel-basah.html;_ylt=AoinHr5BmFI957mEsf3bWlcdVeN_;_ylu=X3oDMTRuaXNlNmlvBG1pdANDeFMgTm9raWFUZWNoTW9udGggU3RvcnlMUCBEaWdpdGFsTGlmZQRwa2cDMDkxYjg0OTgtYTdiMy0zYjk5LTgxYTQtZjhkM2M0YmRmM2E5BHBvcwMxBHNlYwNNZWRpYVN0b3J5TGlzdExQBHZlcgNlOWIyY2U3ZS0wMTNjLTExZTEtYjkwNC03OGU3ZDE2MjFjNWE-;_ylg=X3oDMTFlYWI3NzhtBGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDBHBzdGNhdAMEcHQDc2VjdGlvbnM-;_ylv=3

Lebih Dekat dengan Ultrabook: Generasi Terbaru Laptop Tipis dan Ringan



Komputer jinjing atau akrab disebut laptop atau notebook memang kian populer dan beragam. Jika dulu laptop memiliki desain yang tebal dan bobot cukup berat untuk membuat punggung pegal, kini produsen laptop berlomba-lomba menghasilkan produk yang memiliki desain keren, tipis, dan ringan.

Sayangnya, kebanyakan laptop yang tipis dan ringan harus dikompromikan dengan performa di bawah rata-rata. Jika ada laptop tipis dan ringan tapi memiliki performa yang cukup tangguh, bandrol harganya biasa cukup tinggi dan menipiskan dompet.

Salah satu hal yang menjadi kendala adalah belum adanya platform yang memiliki keseimbangan antara kinerja dan voltase rendah. Kebutuhan akan konsumsi daya rendah dan suhu dingin menjadi salah satu faktor kunci untuk menghasilkan laptop dengan bodi tipis dan ringan. Itulah salah satu hal yang melatarbelakangi lahirnya Ultrabook, kategori perangkat portabel baru yang digagas Intel.

Pada dasarnya, konsep Ultrabook berusaha menghadirkan sebuah komputer dengan desain tipis dan ringan, sambil tetap menghadirkan performa baik, responsif, aman, dengan daya tahan baterai yang panjang, sekaligus memiliki harga jual relatif terjangkau.

Membuat laptop yang tipis dan ringan ternyata cukup rumit. Produsen laptop tidak hanya sekadar menggunakan prosesor hemat daya, tapi juga harus memikirkan komponen lain.

Untuk menghasilkan sebuah perangkat Ultrabook, produsen juga perlu memikirkan jenis bahan yang digunakan untuk casing, jenis baterai, jenis hard disk atau SSD, keyboard, layar, dan sebagainya.

Singkatnya, semua komponen tersebut harus memiliki ukuran sesuai sehingga laptop yang dihasilkan memiliki desain tipis, ringan, tidak panas, serta  nyaman digunakan. 

Kelebihan
Daya tahan baterai kini menjadi salah satu faktor yang diprioritaskan konsumen. Jika dulu konsumen sudah puas dengan daya tahan baterai 3 jam, kini konsumen menuntut daya tahan baterai lebih lama.

Salah satu trik yang dihadirkan Intel adalah dengan menurunkan konsumsi daya prosesor dan komponen lainnya. Dengan begitu, baterai yang memiliki kapasitas yang sama dapat bertahan lebih lama. Untuk Ultrabook, daya tahan baterai rata-rata berkisar antara 5 sampai 8 jam. Cukup lama kan?

Waktu start-up yang lebih cepat juga menjadi hal penting sekarang, begitu juga waktu yang dibutuhkan saat “membangunkan” laptop dari kondisi standby. Ultrabook dibekali teknologi Rapid Start sehingga Anda hanya butuh sekitar 2 detik untuk kembali dapat menggunakannya dari kondisi standby.  


Pesaing Ultrabook
Saat ini, baru ada beberapa produk Ultrabook yang sudah dapat Anda beli di pasaran yaitu Acer Aspire S3 dan ASUS Zen Ultrabook dengan kisaran harga antara Rp 7 juta - Rp 10 juta.

Intel dan mitra-mitranya cukup serius menggarap platform ini dan menjanjikan fitur yang lebih canggih dalam desain lebih keren dan lebih tipis.

Untuk tahap 2 di tahun 2012, Ultrabook akan menggunakan prosesor Intel Core generasi ketiga (Ivy Bridge) yang akan memiliki performa prosesor dan grafis lebih baik, serta variasi bentuk dan model yang lebih banyak lagi.

Notebook berdesain keren dan tipis dengan kinerja handal, daya tahan baterai panjang serta harga relatif terjangkau kini sudah bukan mimpi lagi.

Kristian Tjahjono, kontributor situs teknologi konsumen yangcanggih.com. Antusias terhadap berbagai jenis gadget, mulai dari komputer, ponsel, sampai kamera digital.
http://id.spesial.yahoo.com/blogs/techguide/lebih-dekat-dengan-ultrabook-generasi-terbaru-laptop-tipis-dan-ringan.html

Kamis, 03 November 2011

Bentuk Kaki Aneh? Waspadai Diabetes


Memiliki bentuk kaki yang tak biasa? Jika iya, sebaiknya segera mewaspadai  kemungkinan terkena diabetes.
"Kaki bisa dijadikan patokan untuk deteksi dini serangan diabetes. Jari bengkok, penonjolan tulang, telapak kaki datar bisa menjadi parameternya,'' ujar Staf Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam, dr Em Yunir Sp PD KEMD, pada seminar''Jangan Abaikan Kelainan Kaki Diabetik! Lakukan Deteksi Dini''.
Parameter lainnya adalah kaki penuh mata ikan dan luka. Kelainan akibat diabetes pun ditandai dengan penebalan (kalus) pada kulit, rambut, permukaan telapak kaki, dan kuku. Tanda lainnya yaitu pembengkakan deformitas, mobilitas gerak sendi, warna serta jaringan nekrosis.
Diabetes menyebabkan kulit kaki kering dan mudah mengelupas. Sama halnya dengan kuku kaki yang terlalu tebal atau terlalu rapuh.
''Pemeriksaan diabetes juga bisa dilakukan pada sela jari kaki. Apabila sela jari kaki banyak luka, penderita wajib mewaspadai diabetes,'' katanya.
Pemeriksaan kaki penderita diabetes (diabetisi) harus dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan dilakukan dengan penelusuran riwayat penyakit diabetes, pemeriksaan kelainan kulit, adanya gangguan pembuluh darah pada tungkai, dan ada tidaknya gangguan saraf (neuropati).
Diabetisi dianjurkan tidak berjalan tanpa alas kaki, menghindari penggunaan bahan kimia atau benda tajam untuk menipiskan penebalan pada telapak kaki, merokok, menggunakan cincin pada jari kaki, dan menggunakan high heel atau sepatu berujung runcing.